Jumat, 08 Januari 2010
Facebook Tawarkan Beasiswa
CALIFORNIA - Facebook akan mengumumkan peluncuran program beasiswa baru. Namun, program ini terbatas pada mahasiswa teknik komputer di seluruh Amerika Serikat saja.
facebook tawakan beasiswa
CALIFORNIA - Facebook akan mengumumkan peluncuran program beasiswa baru. Namun, program ini terbatas pada mahasiswa teknik komputer di seluruh Amerika Serikat saja.
Selain itu, mahasiswa tersebut juga diharuskan sedang bekerja pada bidang yang berkaitan dengan komputasi sosial dan teknologi Internet lainny. Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, mahasiswa diharuskan menyerahkan sebuah karya dengan tema yang teah ditentukan untuk memperebutkan satu dari tema yang ditawarkan. Untuk mendukung program ini, Facebook sendiri telah meluncurkan situs baru.
Nantinya mahasiswa yang terpilih akan menerima beasiswa, Facebook akan memberikan fasilitas membayarkan uang kuliah selama setahun akademik, termasuk tiket dan uang saku USD30 ribu dolar uang saku, USD5 ribu untuk membeli komputer, dan USD5ribu untuk membayar biaya perjalanan dan konferensi.
Mereka akan juga memiliki kesempatan untuk ditempatkan sebagai magang di kantor Facebook dan dibayar untuk musim panas berikutnya. Demikian yang dilansir melalui Tech Crunch. Sabtu (9/1/2010).
Adapun kelima tema yang dimaksud adalah
1. Internet Economics: teori algoritmik yang relevan dengan iklan online lelang.
2. Cloud Computing: Penyimpanan, database, dan optimasi untuk komputasi terdistribusi secara besar-besaran di lingkungan.
3. Social Computing: models, Model, algoritma dan sistem di jaringan sosial, media sosial, pencarian sosial dan lingkungan kolaboratif.
4. Data Mining dan Machine Learning: belajar algoritma, fitur generasi, dan metode evaluasi yang efektif untuk menghasilkan perilaku model online dan offline.
5. Systems: Hardware, sistem operasi, runtime, dan bahasa dukungan untuk cepat, terukur, efisien pusat data.
6. Information Retrieval: Algoritma pencarian, ekstraksi informasi, menjawab pertanyaan, lintas-bahasa dan multimedia.
Aplikasi ini diserahkan pada lambat pada tanggal 15 Februari 2010, dan pemenang akan diumumkan pada tanggal 29 Maret. (tyo)
mencari lowongan kerja di kantor,etiskan
APA yang harus Anda katakan jika bos memergoki Anda sedang kasak-kusuk mencari pekerjaan baru saat berada di kantor? Tetap jangan panik dan ikuti saran berikut ini.
Waktu jam kerja masih setengah jam lagi, tapi Mark sudah menyelesaikan seluruh pekerjaannya. Iseng-iseng, ia pun membuka beberapa website peluang kerja untuk melihat- lihat beberapa lowongan pekerjaan. Tiba-tiba saja, tanpa disadarinya, bosnya sudah berdiri di belakangnya, dan memergokinya tengah membuka website peluang kerja.
“Saya panik. Awalnya saya mencoba menutupi layar monitor komputer dengan membalikkan tubuh saya. Tapi karena saya sadar bahwa dia telah mengetahui apa yang saya lakukan, saya mencoba berbohong dengan mengatakan lowongan tersebut untuk teman saya. Ketika akhirnya saya keluar dari perusahaan tersebut karena diterima di perusahaan yang baru, semuanya jadi terasa aneh untuk saya,” cerita Mark.
Mencari pekerjaan baru, entah karena alasan bosan, tidak puas dengan gaji yang diberikan, atau karena beban kerja yang terlalu berat, bukanlah suatu hal yang tabu. Hal ini menjadi masalah, saat Anda, seperti yang dilakukan Mark, melakukannya di tempat kerja, pada jam kerja.
“Juga tidak masalah jika Anda melakukannya di kantor saat bos mengatakan bahwa posisi Anda tidak aman. Lain persoalan jika Anda mencari pekerjaan baru untuk penghidupan yang lebih baik. Jika alasannya itu, secara etika, Anda sebaiknya tidak mencarinya saat di kantor,” tegas konsultan Lori Mattison, seperti dikutip dari yahoo.com.
Yang harus dilakukan
Oke, walau secara etika mencari pekerjaan di perusahaan baru saat sedang berada di kantor tidak diperbolehkan, tetap saja banyak yang melakukannya. Terlepas dari baik-buruknya perilaku tersebut, pertanyaannya ialah apa yang harus dilakukan atau diucapkan saat Anda tertangkap basah melakukannya?
“Yang pertama harus diingat ialah, jangan tertawa atau jangan langsung memuntahkan kekesalan Anda pada perusahaan atau pekerjaan,” jelas Rachel Zupek, peneliti sekaligus penulis masalah strategi karier dan manajemen di careerbuilder.com.
Jika Anda mengeluh, seperti yang dikatakan Dwayne, manajer di perusahaan jasa, maka atasan dan rekan kerja akan sulit mempercayai Anda lagi. Kemungkinan besar, Anda bahkan tak akan diberikan kepercayaan untuk bertemu klien atau memimpin sebuah proyek.
Yang perlu Anda ketahui ialah, sebenarnya bos tidak akan marah saat melihat Anda mencari pekerjaan baru di kantor. Ia justru akan bertanya-tanya, mengapa Anda melakukannya. Jadi, Anda tidak perlu defensif dengan berbohong atau mengonfrontasinya. Justru saat Anda tertangkap basah, Anda bisa memanfaatkan situasi ini dengan berbicara secara terbuka dengan atasan Anda. Jika merasa keberatan dengan gaji Anda, merasa tidak dihargai, atau tidak menyukai pekerjaan Anda, maka saatnya berbicara jujur pada atasan.
“Berbohong justru akan membuat Anda terjebak lagi dalam masalah besar. Tapi dengan berkata jujur, Anda akan membuka peluang keterbukaan dengan atasan. Jika Anda akhirnya memutuskan untuk tetap bekerja di sana, atasan bukan hanya lebih percaya pada Anda, tapi juga bisa membantu meraih karier yang Anda impikan di perusahaan tersebut,” jelas Rachel.
Memperbaiki keadaan
Jika karyawan yang tertangkap basah bisa berkata jujur tentang ketidaknyamanannya di tempat kerja, atasan yang memergoki juga bisa mengambil pelajaran dari situasi ini. Mark yang pernah tertangkap basah dan beberapa tahun kemudian menjadi senior project manager di sebuah perusahaan software, mencoba memberi pandangan saat ia berada di posisi sang atasan.
“Dengan situasi ini, kita sebagai atasan justru bisa mencoba menganalisis masalah yang terjadi di lingkungan kerja, baik di dalam perusahaan maupun di dalam budaya perusahaan, yang perlu diperbaiki. Saya akan mengatakan pada bawahan saya, bahwa saya tidak mau kehilangan dia, tapi saya menghargainya jika ia ingin mencari pekerjaan yang lebih baik lagi demi peningkatan karier yang diinginkannya. Saya malah akan menawarkan bantuan untuk menolongnya mencari pekerjaan baru,” tandas Mark.
Menurut Mark, mencegah karyawan yang memang berniat mencari pekerjaan baru memang tak ada gunanya. Kalaupun akhirnya karyawan tersebut mengundurkan diri, setidaknya ia dan karyawannya masih punya hubungan baik.
Sama dengan Mark, Presiden GR Johnson and Son Consulting Doug Johnson mengatakan bahwa dia memahami jika ada karyawannya yang tidak puas dengan kondisi di perusahaan. Karena itulah, ia membuka kesempatan terbuka bagi karyawannya untuk mencari pekerjaan baru, bahkan ketika mereka masih di kantor. Syaratnya, karyawan harus menyelesaikan pekerjaan mereka terlebih dahulu. Setelah itu, mereka boleh membuka website lowongan kerja. Jika ingin mencari pekerjaan baru, mereka harus berbicara pada atasan mereka dan mengatakan alasannya.
“Saya lebih suka jika mereka jujur daripada berbohong dan diam-diam melakukan sesuatu di belakang saya. Dengan berkata jujur, setidaknya saya tahu kondisi seperti apa yang mereka rasakan di perusahaan dan saya bisa melakukan sesuatu untuk memperbaikinya dan mempertahankan mereka untuk bekerja bersama saya,” jelas Johnson.
Dengan membuat kebijakan seperti itu, perusahaan sudah membuat lingkungan kerja yang nyaman dan karyawan pun akan merasa dihargai.
“Kita membuat kondisi win-win solution. Karyawan yang bahagia, bekerja keras, dan loyal pada perusahaan,” jelasnya.
(Koran SI/Koran SI/ftr)

